{"id":40,"date":"2018-10-04T09:45:13","date_gmt":"2018-10-04T09:45:13","guid":{"rendered":"http:\/\/rarathemesdemo.com\/the-conference-pro\/?page_id=40"},"modified":"2025-09-18T10:58:15","modified_gmt":"2025-09-18T03:58:15","slug":"tentang-pit","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/","title":{"rendered":"Tentang PIT XXI ISOI Tahun 2025"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-page\" data-elementor-id=\"40\" class=\"elementor elementor-40\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5cd2922b e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"5cd2922b\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-191aa58b elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"191aa58b\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"has-large-font-size\"><strong>Pertemuan Ilmiah Tahunan XXI Tahun 2025<\/strong><\/p><p>Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dan akses terhadap pangan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sumber daya alam dan kedaulatan bangsa. Dalam konteks negara kepulauan seperti Indonesia, laut dan pesisir menyimpan potensi besar sebagai lumbung pangan masa depan. Sumber daya hayati seperti ikan, rumput laut, kerang, dan berbagai biota laut lainnya dapat menjadi solusi alternatif dalam menghadapi tantangan krisis pangan global. Namun demikian, pemanfaatan potensi laut dan pesisir untuk mendukung ketahanan pangan masih\u00a0menghadapi berbagai hambatan, mulai dari perubahan iklim, konflik pemanfaatan ruang, hingga minimnya inovasi berbasis ilmu pengetahuan.\u00a0<\/p><p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1317 alignleft\" src=\"http:\/\/pit.isoi.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/flyer-new-2-212x300.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"905\" srcset=\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/flyer-new-2-212x300.jpg 212w, https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/flyer-new-2-724x1024.jpg 724w, https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/flyer-new-2-768x1086.jpg 768w, https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/flyer-new-2-1086x1536.jpg 1086w, https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/flyer-new-2.jpg 1131w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/>Sejalan dengan visi tersebut, Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) terus berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi kelautan. ISOI, sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemerhati kelautan, memiliki tanggung jawab strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan guna mendukung pembangunan kelautan yang berkelanjutan. Seiring berkembangnya tantangan dalam pengelolaan laut, termasuk perubahan iklim, pencemaran\u00a0laut, dan eksploitasi sumber daya alam, inovasi dan penelitian di bidang kelautan menjadi semakin krusial. Pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan merupakan kunci bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia dan upaya menjaga ekosistem laut Nusantara.<br \/><br \/>Pentingnya Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI ISOI 2025 terletak pada kemampuannya menjadi forum strategis bagi para ahli dan praktisi di bidang oseanologi untuk bertukar ide, mempresentasikan hasil riset terbaru, dan merumuskan kebijakan kebijakan berbasis ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pembangunan maritim Indonesia. Melalui PIT ISOI, diharapkan dapat terbangun sinergi antara dunia akademis, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan kelautan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Tema pertemuan ilmiah tahunan dan kongres ISOI kali ini, \u201cPeran Strategis ISOI dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dari Laut dan Pesisir,\u201d diangkat untuk memperkuat peran ISOI dalam merumuskan strategi ilmiah dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan maritim Indonesia.<\/p><p>Melalui pertemuan ini, para peserta diharapkan dapat berdiskusi, berbagi hasil penelitian terbaru, dan berkolaborasi dalam merumuskan kebijakan serta solusi inovatif yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sumber daya kelautan Indonesia. Pertemuan tahunan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, akademisi, swasta, maupun masyarakat, guna mempercepat pencapaian visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan demikian, pertemuan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga sebagai wadah untuk mendorong aksi nyata dalam pengembangan kelautan yang berkelanjutan untuk masa depan bangsa. Kegiatan PIT XXI ISOI 2025 ini menjadi spesial karena akan berkolaborasi dengan kegiatan the 13th Internasional Fisheries Symposium (IFS) 2025.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dan akses terhadap pangan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sumber daya alam dan kedaulatan bangsa. Dalam konteks negara kepulauan seperti Indonesia, laut dan pesisir menyimpan potensi besar sebagai lumbung pangan masa depan. Sumber daya hayati seperti ikan, rumput laut, kerang, dan berbagai biota laut lainnya dapat menjadi solusi alternatif dalam menghadapi tantangan krisis pangan global. Namun demikian, pemanfaatan potensi laut dan pesisir untuk mendukung ketahanan pangan masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari perubahan iklim, konflik pemanfaatan ruang, hingga minimnya inovasi berbasis ilmu pengetahuan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":840,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-40","page","type-page","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tentang PIT XXI ISOI Tahun 2025 - PIT ISOI 2025<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tentang PIT XXI ISOI Tahun 2025 - PIT ISOI 2025\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dan akses terhadap pangan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sumber daya alam dan kedaulatan bangsa. Dalam konteks negara kepulauan seperti Indonesia, laut dan pesisir menyimpan potensi besar sebagai lumbung pangan masa depan. Sumber daya hayati seperti ikan, rumput laut, kerang, dan berbagai biota laut lainnya dapat menjadi solusi alternatif dalam menghadapi tantangan krisis pangan global. Namun demikian, pemanfaatan potensi laut dan pesisir untuk mendukung ketahanan pangan masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari perubahan iklim, konflik pemanfaatan ruang, hingga minimnya inovasi berbasis ilmu pengetahuan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"PIT ISOI 2025\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-18T03:58:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-fa3ab911-6cb7-4053-9fae-095f833aee95-1024x538.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"538\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/\",\"url\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/\",\"name\":\"Tentang PIT XXI ISOI Tahun 2025 - PIT ISOI 2025\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-fa3ab911-6cb7-4053-9fae-095f833aee95.png\",\"datePublished\":\"2018-10-04T09:45:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-18T03:58:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-fa3ab911-6cb7-4053-9fae-095f833aee95.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-fa3ab911-6cb7-4053-9fae-095f833aee95.png\",\"width\":1920,\"height\":1008},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tentang PIT XXI ISOI Tahun 2025\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/\",\"name\":\"PIT ISOI 2025\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#organization\",\"name\":\"Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-cropped-Pertemuan5-scaled-1-e1751307843941-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-cropped-Pertemuan5-scaled-1-e1751307843941-1.png\",\"width\":330,\"height\":82,\"caption\":\"Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tentang PIT XXI ISOI Tahun 2025 - PIT ISOI 2025","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tentang PIT XXI ISOI Tahun 2025 - PIT ISOI 2025","og_description":"Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dan akses terhadap pangan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sumber daya alam dan kedaulatan bangsa. Dalam konteks negara kepulauan seperti Indonesia, laut dan pesisir menyimpan potensi besar sebagai lumbung pangan masa depan. Sumber daya hayati seperti ikan, rumput laut, kerang, dan berbagai biota laut lainnya dapat menjadi solusi alternatif dalam menghadapi tantangan krisis pangan global. Namun demikian, pemanfaatan potensi laut dan pesisir untuk mendukung ketahanan pangan masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari perubahan iklim, konflik pemanfaatan ruang, hingga minimnya inovasi berbasis ilmu pengetahuan.","og_url":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/","og_site_name":"PIT ISOI 2025","article_modified_time":"2025-09-18T03:58:15+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":538,"url":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-fa3ab911-6cb7-4053-9fae-095f833aee95-1024x538.png","type":"image\/png"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/","url":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/","name":"Tentang PIT XXI ISOI Tahun 2025 - PIT ISOI 2025","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-fa3ab911-6cb7-4053-9fae-095f833aee95.png","datePublished":"2018-10-04T09:45:13+00:00","dateModified":"2025-09-18T03:58:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#primaryimage","url":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-fa3ab911-6cb7-4053-9fae-095f833aee95.png","contentUrl":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-fa3ab911-6cb7-4053-9fae-095f833aee95.png","width":1920,"height":1008},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/tentang-pit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tentang PIT XXI ISOI Tahun 2025"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#website","url":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/","name":"PIT ISOI 2025","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#organization","name":"Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia","url":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-cropped-Pertemuan5-scaled-1-e1751307843941-1.png","contentUrl":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-cropped-Pertemuan5-scaled-1-e1751307843941-1.png","width":330,"height":82,"caption":"Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/40","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40"}],"version-history":[{"count":94,"href":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/40\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1320,"href":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/40\/revisions\/1320"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pit.isoi.id\/arsip\/2025\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}